Ada Hebat Dalam Rapat
Ada Hebat Dalam Rapat “Huft,” ucapku menghela napas, kepulanganku kerumah disambut oleh undangan rapat yang sengaja digeletakkan diatas meja belajarku. “Ada saja acaranya,” aku beranjak berdiri, menaruh tas beratku, melihat semua buku-buku disekelilingku yang seharusnya aku bersihkan malam nanti. “Gagal sudah bersih-bersihku,” lagi-lagi aku menghela napas panjang, mengambil air putih, lalu beranjak mengambil telepon genggamku untuk mengetikkan sebuah pesan, “kamu berangkat juga?” Aku benar-benar malas saat itu, menyeret satu langkah kaki untuk keluar rumah saja sangat berat untukku, “Assalamu'alaikum,” ucapku menghampiri temanku, Anin. Dibawah taburan bintang malam yang berkelap-kelip, kami berjalan melewati banyaknya rumah-rumah yang sudah menyalakan lampu-lampunya sebagai pengganti matahari, menganggap bulan dan bintang tak kuat menyinari. Kami sampai ke tempat rapat yang ternyata masih kosong, “gak salah tanggal kan?” tanyaku kepada Anin, yang se...